KENDAL, KOMPAS.com - Bupati Kendal Jawa Tengah Widya
Kandi Susanti menyatakan, Kabupaten Kendal siap menjadi ibu kota
Provinsi Jawa Tengah menggantikan kota Semarang, apabila memang
diperlukan. Pasalnya, Kendal saat ini sudah mulai giat membangun
beberapa kawasan industri dan pelabuhan serta menata kotanya dengan
baik.
Widya menegaskan, Semarang saat ini sudah mulai tenggelam
karena air pasang dari laut. Sementara Kendal tempatnya bersebelahan
dengan Semarang. Dia pun menilai Kendal sangat pas untuk menggantikan
Semarang.
"Setelah pelabuhan dan kawasan industri, Kabupaten
Kendal juga siap menerima pindahan Bandara Ahmad Yani. Demikian juga
dengan stasiun kereta api," kata Widya.
Istri mantan bupati Kendal
Hendy Budoro itu menjelaskan, sebentar lagi di wilayah yang dipimpinnya
juga akan dijadikan tempat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap.
Dengan demikian, semua fasilitas yang dibutuhkan untuk menjadi sebuah
kota metropolitan sudah siap.

















Senin, 19 November 2012
Kamis, 01 November 2012
Rumah Dinas Bupati Dibuat Kantor SKPD
Rumah dinas bupati Kendal yang berada di komplek pendopo kabupaten,
akan dialihfungsikan menjadi kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)
yang jauh dari pusat kantor pemerintahan tersebut. Bupati Kendal Widya
Kandi Susanti mengatakan, langkah ini dilakukan agar dinas yang berada
tidak satu komplek mudah untuk berkordinasi.
“Apalagi sejumlah kantor yang digunakan SKPD masih menempati bangunan milik pemerintah propinsi Jawa Tengah,” katanya.
Bupati menambahkan, SKPD yang berada diluar komplek kantor bupati bisa menghemat BBM jika suatu saat diminta berkordinasi.
Rencana pengalihfungsian rumah dinas bupati di komplek pendopo, menyusul rencana pembangunan rumah dinas bupati baru di Kelurahan Jetis Kecamatan Kota Kendal . Rumah dinas baru yang menelan anggaran Rp 4 miliar ini, akan mengalihfungsikan lahan pertanian produktif menjadi pemukiman. (03)
Sumber: http://www.beritakendal.com/2012/10/30/rumah-dinas-bupati-dibuat-kantor-skpd/
“Apalagi sejumlah kantor yang digunakan SKPD masih menempati bangunan milik pemerintah propinsi Jawa Tengah,” katanya.
Bupati menambahkan, SKPD yang berada diluar komplek kantor bupati bisa menghemat BBM jika suatu saat diminta berkordinasi.
Rencana pengalihfungsian rumah dinas bupati di komplek pendopo, menyusul rencana pembangunan rumah dinas bupati baru di Kelurahan Jetis Kecamatan Kota Kendal . Rumah dinas baru yang menelan anggaran Rp 4 miliar ini, akan mengalihfungsikan lahan pertanian produktif menjadi pemukiman. (03)
Sumber: http://www.beritakendal.com/2012/10/30/rumah-dinas-bupati-dibuat-kantor-skpd/
Jalingkut Kota Kendal Telan Anggaran Rp 170 Miliar
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kendal Bambang Winarno mengatakan, pembangunan jalan tersebut akan menelan anggaran Rp 170 miliar. “Anggaran tersebut untuk pembangunan jalan hingga Kaliwungu, sedangkan untuk anggaran pembuatan senderan dianggarakan Rp 900 juta,” jelasnya.
Namun demikian, anggaran Rp 170 miliar tersebut tidak sepenuhnya dari APBD Kendal karena tidak cukup untuk pembangunan Jalingkut. “Kita sudah mengirimkan proposal pembuatan jalan tersebut, termasuk ke Kementerian PU untuk pembuatan dua jembatan besar di Sungai Blorong dan Sungai Waridin,” imbuh Bambang.
Langganan:
Postingan (Atom)